Minggu, 28 Oktober 2012

definisi kurikulum menurut para ahli

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA UJIAN TENGAH SEMESTER (TAKE HOME EXAMINATION) Nama : Annisa Permata Sari NIM : 1106506 Prodi : Pendidikan Fisika/ B Pertanyaan: 1. Terdapat beberapa definisi kurukulum: a. Kemukakan beberapa definisi kurikulum menurut para ahli (minimal 5) b. Bagaimana pula pendapat anda tentang pengertian kurikulum sendiri? 2. Pada saat mengembangkan model kurikulum, perlu dipertimbangkan dan diperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. a. Sebutkan dan jelaskan makna dari prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum yang telah anda pelajari! b. Jelaskan salah satu model pengembangan kurikulum dan gambarkan bagaimana prinsip-prinsip kurikulum yang diterapkan dalam pengembangan model kurikulum tersebut! c. Mengapa dalam mengembangkan kurikulum, selalu didasari oleh landasan filosofis, psikologis, social budaya, dan pengembangan ilmu dan teknologi? 3. Komponen –komponen kurikulum bersifat general bagi setiap bidang studi. Jelaskan penerapan masing-masing komponen kurikulum di dalam bidang studi yang anda tekuni saat ini! 4. Jelaskan gambar di bawah ini menurut pemahaman anda tentang “dimensi kurikulum”. ideal kurikulum Hidden Curriculum potential curriculum Actual Curriculum 5. Kurikulum itu sesuatu yang statis dalam bentuk bahan pelajaran yang diberikan guru, kurikulum dapat bersifat dinamis itu jika dapat menyentuh dan mendorong respons anak secara aktif dan positif. Persoalannya adalah bagaimana kurikulum yang bersifat pasif itu menjadi sesuatu yang benar-benar dapat mendukung keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran menjadi benar-benar aktif. Jelaskan menurut pendapat anda! 6. Akhir-akhir ini kembali mencuat kasus tawuran antar pelajar yang menjadi “pukulan keras” untuk dunia pendidikan di Indonesia. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat dalam enam bulan terakhir di Jabodetabek sedikitnya terjadi 140 kasus tawuran antar pelajar. Bahkan untuk satu bulan terakhir (September-Oktober 2012) tercatat adanya beberapa pelajar yang menjadi korban meninggal dalam perkara pembunuhan pada kasus tawuran tersebut. a. Bagaimana analisis anda berkenaan dengan kasus tawuran antar pelajar ini, mengingat kasus ini sudah menjadi tradisi yang saat ini penanganannya belum memperlihatkan hasil yang lebih baik. b. Dimanakan posisi central kurikulum dalam menangani kasus tawuran antar pelajar ini? JAWABAN: 1. A. definisi kurikulum menurut para ahli: • Menurut B. Alberty (1965) memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are provided for the students by the school). • Menurut Saylor, Alexander dan Lewis (1974) kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa supaya belajar, baik dalam ruangan kelas, di halaman sekolah maupun di luar sekolah. • Menurut Henry C. Morrison (1940)…. The contentsof instruction without reference to instructional ways or means. • Menurrut Franklin Bobbit (1924)….that series of things which children and youth must do and experience by way of developing abilities to do the things well that make up affairs of adult life and to be all respect what adult should be. • Menurut Schiro (1978)kurikulum sebagai proses pengembangan peserta didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan • Menurut Robert Gagne (1967) kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disususn sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki atau dikuasai sebelumnya. Dikutip oleh Ahmad,dkk (1988:hal 14) • Menurut saylor (1956) a curriculum is total effort of the school to going about dsired out comes in school and out of school situatioan. Kurikulum sebagai usaha maksimal dari sekolah unutk mencapai hasil yang diinginkan di dalam sekolah atau di luar sekolah. Dikutip oleh Nana sukma Dinata (1998: hal 3) • Menurut S Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa ikstilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian yaitu kurikulum sebagai ide/gagasan, kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, kurikulum sebagai suatau realita/ implementasi kurikulum, dan kurikulum sebagai suatu hasil. B. Menurut saya kurikulum adalah acuan yang di dalamnya harus terdapat ide sehingga dapat menjadi pedoman bagi perkembangan kurikulum berikutnya, terdapat rencana sehingga rencana tersebut dapat sesuai dengan kebutuhan saat ini berupa kegiatan yang tidak hanya terbatas pada kegiatan di tempat dalam kelas saja tetapisesuai dengan minat dan bakat siswa serta diharapkan mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutnya studi ke jenjang berikutnya dan dihasilkan output yang memadai sebagai hasil dari kurikulum tersebut. 2. A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dibedakan menjadi dua kategori yaitu: prinsip umum dan prinsip khusus • Prinsip umum yaitu asas atau sesuatu yang biasa ada, digunakan pada setiap pengembangan kurikulum dimanapun sehingga dalam proses pengembangan kurikulum akan berjalan efektif dan efisien jika bekerja dengan memperhatikan prinsip-prinsip umum tersebut. Menurut Sukmadimanata (2000:150-151) terdapat lima prinsip umum pengembangan kurikulum yaitu: prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip kontinuitas praktis dan efektifitas.. 1. Prinsip relevansi sebagai kesesuaian ada dua yaitu relevansi eksternal dan relevansi internal. Relevansi eksternal yaitu kurikulum harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat masa kini mauapun prediksi masa yang akan datang sehingga dapat menyiapkan anak untuk bisa beradaptasi dengan masyarakat dan kondisi dimanapun mereka berada. Relevansi internal yaitu sesuai dengan perangkat komponen itu sendiri karena ketidaksesuaian dengan komponennya sendiri maka kurikulum tidak akan mencapai tujuan secara optimal. 2. Prinsip Fleksibilitas berarti lentur (tidak kaku) kurikulum harus mampu menggunakan metode atau cara tertentu yang sesuai dengan kondisi tertentu, tempat dimana kurikulum itu diterapkan walaupun sesuai jenjang tapi dalam pelaksanaannya harus fleksibel. 3. Prinsip Kontinuitas artinya berkesinambungan anatar kelas maupun antar jenjang sehingga tidak terjadi pemborosan waktu atau ada konsep prasayarat sebelumnya yang belum terpenuhi dan terhindar dari pengulangan-pengulangan. 4. Prinsip praktis atau efisien, prinsip praktis berarti mudah diterapkan sesuai dengan keadaan yang ada di tempat di manapun kurikulum itu akan digunakan salah satu criteria praktis adalah efisien sehingga tidak mahal atau murah tetapi tidak murahan dan disesuaikan dengan keadaan pada umumunya. 5. Prinsip Efektifitas, kurikulum selalu melihat tujuan tertentu yang ingin dicapai sehingga dibutuhkan jenis dan karakteristik tujuan yang jelas dengan kejelasan tujuan maka akan mengarahkan dan memudahkan dalam implementasi kurikulum itu sendiri. • Prinsip khusus adalah prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu atau situasi tertentu sehingga antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, antar jenjang satu dengan yang lainnya akan berbeda dalam beberapa aspek. 1. Prinsip yang berkenaan dengan tujuan pendidikan, tujuan tersebut bersumber dari ketentuan pemerintah, survey persepsi orang tua dan masyarakat, survey para ahli, survey tentang SDM, pengalaman Negara lain yang memiliki permasalahan sama serta hasil penelitian. 2. Prinsip yang berkenaan dengan isi pendidikan, dengan memperhatikan isi dari penjabaran yang rinci harus meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan. 3. Prinsip berkenaan dengan proses pembelajaran, untuk menentukan strategi dan teknik yang digunakan dalam proses pembelajaran tersebut. 4. Prinsip berkenaan dengan media atau alat bantu pembelajaran, penggunaan media atau alat bantu pembelajaran yang mendukung dalam proses pembelajaran yang efektif dan efisien. 5. Prinsip yang berkenaan denga evaluasi, dalam prakteknya harus memperhatikan pengembangan kurikulum dalam kegiatan evaluasi yang meliputi perencanaan evaluasi, pengembangan alat evalusi, pengumpulan data, pengolahan hasil evaluasi, laporan dan memanfaatan hasil evaluasi. B. Model Tyler C. karena dengan dilandasi dengan landasan pokok maka kurikulum akan berperan sesuai dengan tuntunan pendidikan yang ingin dihasilkan seperti tercantum dalam rumusan tujuan pendidikan nasional seperti dengan adanya • landasan filsafat maka akan dapat menentukan arah ke mana peserta dididk itu akan dibawa sehingga penerapan dari pemikiran filsafat itu akan akan mampu memecahkan permasalahan pendidikan • landasan psikologis sehingga dalam perkembangan pendidikan ditinjau dari perkembangan peserta didik maka upaya pendidikan yang dilakukan akan sesuai dengan karakteristik peserta didik, baik penyesuaian dari segi kemampuan ynag harus dicapai, materi atau bahan yang harus disampaikan, proses penyampaian yang sesuai dengan psikologis peserta didik. • Landasan sosioligis sehingga kurikulum harus dapat mengarahkan peserta didik akan mampu mampu terjun dalam kehidupan bermasyarakat dan diharapkan mampu mempersiapkan individu agar menjadi waraga Negara yang diharapkan lebih bermutu, mengerti dan mampu membangun masyarakat. Dengan dilandasi landasan sosiologis maka peserta didik dapat memiliki kemampuan untuk menghadapi pengeruh IPTEK. 3. penerapan komponen kurikulum dalam mata pelajaran fisika: • Penerapan Komponen tujuan memiliki tujuan Pendidikan Nasional, Tujuan Institusional, Tujuan Kurikuler, Tujuan Pembelajaran. Dengan adanya indicator pencapai dari setiap bahasan seperti menganalisis perpidahan kalor indikatornya menerapkan tujuan kognitif, afektif dan psikomotor contoh menerapkan peristiwa konduksi dalam kehidupan sehari-hari, membedakan macam-macam perpindahan kalor • Komponen isi dengan adanya konsep prasarat yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari bahasan yang baru seperti mengetahui konsep kalor dan suhu dari pembahasan sebelumnya sebelum menganalisis perpindahan kalor. • Komponen metode yang digunakan dalam bentuk exposition, bahan ajar sudah dikemas sehingga siswa tinggal menguasainya metode yang digunakan metode ceramah dan strategi pembelajarannya yaitu strategi pembelajaran kelompok. • Komponen evaluasi, penilaiannya berupa tes sumatif dan formatif. Criteria tes memiliki criteria validitas dan reliabilitas. Jenis tes yang digunakan berdasarkan jumlah secara tes individu, berdasarkan cara penyusunannya ada tes buatan guru dan ada tes standar, berdasarkan pelaksanaannya ada tes tertulis, tes lisan dan tes perbuatan. 4. Penjelasan dari gambar sebagai berikut: • Ideal kurikulum dengan adanya dimensi ide dan dukomen tertulis atau dimensi rencana.Dimensi ide sebagai kumpulan dari ide-ide yang dijadikan acuan untuk kurikulum berikutnya. Bagaimana program yang dipakai di sekolah tersebut berisi konsep-konsep. Dimensi rencana (dokumen tertulis) adanya perangkat rencana, atau cara pedoman, tujuan dan isi yang merupakan perwujudan dari kurikulum ide. Jadi setelah ad aide lalu buat rencana tertulisnya. • Actual kurikulum terjadi setelah dokumen tertulis (kurikulum sebagai rencana tertulis) diaplikasikan menjadi implementasi kurikulum dipandang sebagai kegiatan pembelajaran di sekolah antara guru dan siswa. • Hidden kurikulum setelah ada dimensi ide kemudian diimplementasikan (dimensi aktivitas ) sebagai aktivitas pembelajaran di sekolah tanpa adanya dokumen tertulis (kurikulum sebagai rencana tertulis) maka disebut sebagai hidden kurikulum. • Namun pada akhirnya semua proses terbentuk output (hasil dari kurikulum tersebut). Proses ideal kurikulum yaitu ide-dokumen tertulis-impelementasi kurikulum-output. Proses actual kurikulum yaitu dokumen tertulis-implementasi kurikulum-output. Proses hidden kurikulum yaitu ide-implementasi kurikulum-output. 5.Menurut pendapat saya untuk menjadikan kurikulum yang bersifat pasif itu menjadi sesuatu yang dapat mendukung keterlibatan peserta didik agar menjadi aktif yaitu dengan memberikan kesan bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan dan peserta didik harus tahu kenapa mempelajari hal seperti itu dan ditumbuhkan motivasi lebih untuk terus memperluas wawasannya. Kurikulum yang ada harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini dan dibarengi dengan nilai spiritual yang lebih ditingkatkan untuk sehingga bukan hanya meningkatkan akal tapi rohani dan jasmani nya terpenuhi seperti dilengkapi dengan mentoring. 6. A. Analisis berkenaan dengan kasus tawuran ternyata penyebab terjadinya akibat dari beberapa factor yang dirasakan bukan kesalahan dari pihak pendidikan karena pasti yang diajarkan di sekolah adalah hal positif bisa jadi akibat factor eksternal dan internal dari pelajar itu sendiri, factor eksternal seperti : • Factor keluarga: kurangnya perhatian orang tua, ada permasalahan dengan orang tuanya, broken home, atau pengaruh buruk dari perilaku keluarga yang keras dan lain sebagainya • Factor lingkungan : pengaruh perilaku orang-orang sekitar rumahnya, pengaruh lingkungan tempat tinggalnya • Factor sekolah : akibat dari bagunan sekolah yang tidak memadai, lapangan yang sempit, jumlah murid yang banyak, minimnya fasilitaas belajar, dan sanitasi yang buruk Faktor internal yaitu factor yang berlangsung pada dirinya dalam menanggapi semua pengaruh dari luar. Sehingga banyak hal yang dapat dianalisis sebagai penyebab dari tawuran tersebut. B. menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim berperan dalam menata kembali kurikulum dengan cara penyeimbangan mata pelajaran pengetahuan, kemampuan, sikap dan karakter atau sikap “uji publiknya pada Februari 2013” . Peran lainnya menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto , pihaknya tengah membangun simpul-simpul hubungan antar sekolah tak mudah tetapi harus terus dibangun. Setelah tahapan teguran kepada kepala sekolah yang memiliki kewenangan dan otonomi kemudian administrative selanjutnya bisa menyangkut akreditasi sekolah. Dapat disimpulkan dengan memperbaiki dan mengdepankan kecerdasan serta intelektual untuk meminimalisasi tawuran menjadi tugas kurikulum untuk mengemas kurikulum agar sesuai dan mengahasilkan peserta didik yang berkarakter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar